Pengenalan CSS bagian 2 (Internal dan External CSS)

Pada bab sebelumnya kita sudah mengetahui pengertian CSS dan bagaimana CSS disisipkan dengan teknik inline CSS. pada artikel kali ini , kita akan belajar bagaimana menyisipkan CSS dengan menggunakan internal/embeded CSS dan external CSS.

Internal CSS

Sebelumnya kita sudah mendapatkan gambaran bahwa Internal CSS adalah sintaks CSS yang ditulis bersamaan dengan file HTML yang kita buat dengan menggunakan elemen <style>… </style>. Internal CSS lazimnya ditulis didalam tag/elemen <head> yang berada pada bagian atas dokumen HTML, namun meskipun disimpan didalam body atau didalam elemen lainnya akan tetap terbaca selama elemen yang membutuhkannya berada di bawahnya.

Untuk menyeleksi elemen yang akan kita gunakan dalam Internal CSS kita akan mengenal istilah selector yang mana akan kita pelajari setelah memahami penggunaan External CSS.

 

berdasarkan contoh diatas, bandingkan pengunaan CSS internal dengan inline CSS, lebih rapih dan mudah bukan? ^_^. Meskipun demikian, penggunaan CSS internal sedikit sekali di gunakan untuk membangun sebuah web. CSS internal biasanya di generate bersamaan dengan tag HTML yang dihasilkan oleh server side scripting seperti PHP, nodeJS, Ruby, dll. CSS pada umumnya dibuat dengan menggunakan External CSS seperti yang akan kita bahas dibawah ini. masih semangat kan kawan-kawan?

External CSS

External CSS memisahkan antara file html dengan file CSS. file CSS berkestensi .css kemudian dihubungkan dengan menggunakan tag/elemen <link> yang biasanya di simpan di dalam tag <head>. penggunaanya mirip sekali dengan Internal CSS yang membutuhkan selector untuk menyeleksi elemen mana yang akan kita sisipkan CSS. untuk memahami penggunaan CSS External, ikuti langkah berikut ini :

  1. Buatlah halaman html yang terdiri dari header berisi text (seperti pada materi sebelumnya) kemudian berikan judul dan konten pada halaman web yang anda buat. (lihat contoh dibawah ini)
  2. pada tag <head> buatlah tag seperti dibawah ini, atau jika anda menggunakan sublime text cukup mengetikkan kata link lalu pencet tab, pastikan tampilan headnya jadi seperti ini.
  3. Buatlah file CSS seperti yang telah anda buat sebelumnya pada materi internal CSS (Lihat contoh dibawah ini)

Demikian penjelasan singkat mengenai CSS internal dan external. pada saat kita membuat CSS pada contoh diatas, secara tidak langsung kita sudah menyeleksi elemen mana yang akan kita beri CSS dengan menggunakan selector Tag/Elemen.

Apa itu Selector?
Berapa banyak tipe selector?
Pokok bahasan ini kita pelajari pada bagian selanjutnya.

Keep Learning ^_^
Semangat

Pengenalan CSS bagian 1

CSS singkatan dari Cascading Style Sheets. CSS mendeskripsikan bagaimana elemen HTML ditampilkan pada halaman web atau media lainnya. CSS dapat mempermudah pekerjaan kita dalam mengontrol beberapa layar/blok secara keseluruhan dalam waktu bersamaan. kalo kita misalkan HTML itu adalah layout/struktur elemen dari suatu rumah, maka CSS ini adalah warna chat, jenis genteng, texture keramik, dan bahkan posisi lemari.

Dalam suatu kasus, misalnya tetangga sebelah sedang membangun sebuah rumah dengan 3 buah kamar. Kamar tersebut adalah milik Budi, Wati, dan Nina. dalam kasus ini kita memiliki blok/elemen yang bernama kamar. kamar-kamar itu punya id yg berbeda-beda yaitu nama pemilik kamar tersebut. dengan adanya penamaan tersebut, kita bisa memberitahu tukang bangunan bahwa kamar Nina dan budi pengen dicat warna biru sedangkan kamar wati pengen dicat warna cream.
Berangkat dari contoh kasus diatas, hal tersebut berlaku untuk pengaturan HTML dan CSS. Untuk memberikan style pada suatu blok/layer kita harus mendefinisikan elemennya terlebih dahulu dengan menggunakan selector.
CSS dapat kita sisipkan ke dalam sebuah tag/elemen HTML dengan 3 cara:

  1. Inline CSS : sintaks CSS disipkan langsung pada tag/elemen yang kita buat dengan menggunakan attribute style
  2. Internal CSS :  sintaks CSS disisipkan pada halaman yang sama dengan menggunakan Tag <style> </style>
  3. External CSS : sintaks css disimpan pada file terpisah berekstensi .css misalnya style.css dan dihubungkan dengan menggunakan tag <link>

Untuk mempermudah memahami CSS diatas, mari kita bahas satu persatu.

Inline CSS

Seperti yang sudah kita sebutkan diatas, CSS dengan tipe ini langsung kita sisipkan pada tag HTML yang kita buat dengan menggunakan attribut style. (jika anda masih bingung apa itu tag dan apa itu attribut silakan masuk ke materi dasar HTML terlebih dahulu).

Contoh : saya mau membuat judul halaman dengan text warna biru dan bergaris bawah tipis. atau memberikan background pada suatu elemen. maka dengan menggunakan inline CSS anda cukup membuat seperti dibawah ini (lihat hasilnya pada tab result)


Contoh lainnya:

Penjelasan singkat :

color digunakan untuk membuat warna pada text yang berada pada elemen yang kita seleksi, diisi dengan kode warna. untuk mendapatkan kode warna yang mudah, anda bisa menginstall aplikasi Gpick (Open source) untuk pengguna Linux, atau Color scheme (berbayar) untuk pengguna windows, atau bisa juga dengan menggunakan software pengolah design seperti Gimp atau Adobe Photoshop. Kode warna bisa disii dengan:

  • kode valid warna (dalam bahasa inggris) contohnya red, green, blue
  • kode RGB rgb(255, 0, 0) atau rgba (255,255,255, 0.5) ditambah transparancy
  • kode hexa warna 6 digit, contohnya #000000 (Hitam), #CCCCCC (Abu-abu) atau #FFFFFF (Putih), dsb.

border digunakan untuk memberikan garis pada suatu elemen, diisi dengan jenis border (solid, dotted, dashed, double, groove, ridge, inset, outset, none, hidden, mix silakan dicoba satu persatu), kemudian diikuti oleh lebar border (1px, 2px, dll) lalu diikuti oleh kode warna. selain itu, border pun bisa kita spesifikasikan secara khusus. misalnya border-left, border-right, border-bottom, atau border-top. untuk penjelasan lebih detail mengenai border anda bisa klik link ini,

text-align digunakan untuk memberikan pertaan pada text yang kita buat, diisi dengan left, right, center atau justify.

background digunakan untuk memberikan latar belakang pada elemen yang kita buat. background bisa langsung diisi dengan menggunakan kode warna seperti pokok bahasan diatas, atau bisa juga dengan menggunakan url gambar. khusus untuk backgorund gambar, kita bisa menambahkan repeater secara horizontal atau vertikal dengan pilihan repeat, no-repeat, repeat-x,repeat-y, initial, dan inhherit. teknik ini “dulu” sering kita gunakan untuk memberikan efek realism pada design yang kita buat sebelum masuk era flat design. teknik ini digunakan apabila elemen yang kita buat lebih besar dari gambar background yang tersedia, sehingga kita diberikan pilihan untuk melakukan pengulangan secara vertikal/horizontal atau tidak sama sekali.  selain repeater, bg gambar juga bisa diatur posisinya misalnya saya pengen secara vertikal di tengah dan secara horizontal diatas. untuk memahami lebih lanjut mengenai background kita bisa temui disini

padding digunakan untuk memberikan jarak didalam suatu elemen konten. padding berbanding terbalik dengan margin, singkatnya padding kedalam sedangkan margin keluar. perhatikan gambar dibawah ini

Penjelasan mengenai sintaks-sintaks CSS lain akan kita temui pada bahasan-bahasan selanjutnya, atau bisa kita dapatkan penjelasan lengkapnya di https://www.w3.org/TR/CSS21/indexlist.html

Demikian penjelasan singkat untuk pengenalan CSS, mudah-mudahan bermanfaat. Sebetulnya, penggunaan CSS dengan menggunakan teknik inline tidak dianjurkan untuk sering digunakan, dikarenakan membuat struktur HTML jadi terlihat kurang rapi dan kita harus menyisipkan kode CSS satu persatu pada elemen yang akan kita buat. Oleh karena itu, di pembahasan selanjutnya, kita akan belajar bagaimana CSS  di susun lebih rapi dengan menggunakan selector yang akan di impelementasikan pada internal dan external CSS.

Keep Learning ^_^ dan Semangat.

Raw Materi “Dasar Pemrograman Web untuk Pemula”

Berikut ini, adalah raw materi “Dasar Pemrograman Web untuk Pemula” yang akan saya tulis didalam blog ini. semoga bermanfaat untuk rekan-rekan developer yang baru belajar.

Note : Penulisan artikel ini tidak terstruktur, saya buat dan sesuaikan dengan materi pengajaran yang akan saya berikan di kelas. jadi saya mohon maaf karena masih ada beberapa materi yang belum tersedia, Terima kasih.
(materi yang sudah tersedia, ditandai dengan hyperlink bergaris bawah)

Pengenalan HTML
Pengertian HTML
Perkembangan HTML
– Browser
– Editor

Persiapan Belajar
– Pengenalan git
– Dasar-dasar git
– Penggunaan Sublime

Dasar HTML
Elemen/Tag
Attribute
Headings
Paragraph
Formatting text
List
Hyperlink
Images
– Studi Kasus

CSS
Pengertian CSS
Inline CSS
Internal CSS
External CSS
Selector CSS dengan menggunakan ID, Clas, Tag
CSS Selector lanjutan
CSS Selector lanjutan bagian 2
Inline & Block Element
Perbedaan block dan inline pada elemen HTML
CSS Box Model
– Studi Kasus

Table
Pengertian Baris dan Kolom
Penggabungan Cell
Penerapan CSS dalam Table
– Studi Kasus

Form
– Pengertian Form
– Elemen-elemen Form
– Form Attribute
– Penerapan CSS dalam Form
– Studi Kasus pembuatan facebook registration page

Media
– Audio/Video
– Canvas
– SVG
– Studi Kasus

layouting
– Pengenalan Layout dan Grid
– HTML Table
– CSS Float Property
– Studi Kasus 1
– CSS framework
– CSS flexbox
– Studi Kasus 2

CSS Responsive
– Pengertian Responsive Webdesign
– Viewport dan Grid View
– Media Queries
– Studi Kasus

Pembuatan template
– Pengenalan Software Design
– Design & Slicing
– Menulis Kode HTML
– Menulis Kode CSS
– CSS Responsive
– Publish to git page

CSS Trick
– Dropdown Menu
– Penggunaan Google Font
– Membuat Background FullWidth
– Image Sprite