Idealis X Pragmatis

Pertengahan tahun 2017 adalah pertengahan tahun yang luar biasa untuk saya. puncak karir saya sebagai seorang guru sedang dalam kondisi bagus dan ideal. Saya merasa bangga dengan pencapaian salah satu anak didik saya yang sudah melaju ke tingkat nasional dan bahkan menjadi runner up di LKS SMK Webdesign and development tahun 2017 di Surakarta beberapa bulan lalu. pertengahan taun ini pun berbarengan dengan kelahiran putri pertama kami, Maryam Fukayna Kaneez pada bulan Juli lalu.

Sebetulnya, mulai dari tahun lalu idealisme saya sudah mulai goyah, ternyata tidak mudah untuk mengabdikan diri sebagai seorang pengajar apalagi seorang guru honorer. padahal, di SMKN 1 Cibadak, honor saya terhitung cukup tinggi dan lebih baik dibanding guru honorer di sekolah lain. belum lagi, kepengurusan sudah diambil alih oleh provinsi, yah dengan 24 jam kerja (kurang lebih 3 hari) saya sudah bisa mendapatkan upah UMR. Namun, kebutuhan tiap orang berbeda. Ada dan bahkan banyak kebutuhan yang harus dikejar dan kita tidak bisa menutupi kenyataan bahwa kita harus mencari berbagai cara untuk menambah penghasilan tambahan.

Melihat kondisi yang skarang (waktu masih jadi guru), saya bekerja 7 hari dalam seminggu dengan durasi terkadang lebih dari 12 jam sehari (jika lagi banyak project+guru+ngajar di hari weekend). Kondisi demikian sudah tidak lagi ideal apalagi saya sudah memiliki istri dan anak yang membutuhkan perhatian lebih dari saya. mulai saat itu, idealisme saya mulai goyah dan akhirnya dengan berat hati saya memutuskan untuk meninggalkan sekolah untuk sementara waktu.

Sebetulnya, banyak faktor yang membuat saya harus kembali ke dunia industri selain salah satunya sudah saya sebutkan diatas, juga saya mempertimbangkan lokasi kerja saya dekat dengan rumah mertua. semua orang pasti merasakan hal yang sama, bahwa menjadi orangtua baru itu butuh bantuan, tidak mungkin istri saya mengurus sendiri anak di rumah sementara kondisinya pun belum pulih total. Selain itu,  saya sadar ilmu saya masih jauh dan mulai tertinggal, oleh karena itu saya berharap bisa belajar banyak di dunia industri.

Melalui tulisan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya selama ini untuk menjadi bagian dari sekolah. Saya masih inget tahun-tahun pertama saya masuk sekolah dan jadi pengajar. beberapa dari angkatan pertama yang saya ajar, alhamdulilah sekarang aktif membimbing adik kelasnya dan sudah belajar mandiri (sewa tempat untuk dijadikan workspace dan basecamp untuk berbagi ilmu). lanjutkan nak, kita butuh lebih banyak anak muda seperti kalian.

Akhir kata, saya memohon maaf jika selama ini saya belum bisa menjadi guru yang baik, dan minta doanya biar saya diberikan keberkahan ilmu dan rezeki sehingga suatu saat saya bisa kembali ke dunia pendidikan. oh iyah, saya juga minta maaf sudah lama tidak update di blog ini, padahal blog ini adalah media saya untuk berbagi kepada rekan-rekan semua. Insya allah mulai minggu depan, akan saya niatkan minimal 1 artikel untuk update di blog ini. jika rekan-rekan semua berharap untuk materi tertentu silakan tuliskan di halaman komentar dengan catatan masih di bidang web, insya allah akan saya usahakan untuk memberikan materi itu. namun mohon maaf jika mungkin ada beberapa materi di luar kemampuan saya, harus saya pelajari terlebih dahulu dan mungkin mengecewakan rekan-rekan semua.

Terima kasih sudah membaca curhatan saya,

Salam Sukses.