Shopify vs BigCommerce : Perbandingan Platform E-Commerce untuk Bisnis Modern
Shopify vs BigCommerce menjadi pilihan platform e-commerce yang tepat dan merupakan keputusan strategis yang sangat menentukan arah pertumbuhan bisnis online.
Di tengah persaingan digital yang semakin ketat, pelaku usaha membutuhkan solusi yang tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga mampu mendukung skalabilitas, pemasaran, serta efisiensi operasional. Dua nama yang paling sering dibandingkan dalam dunia e-commerce adalah Shopify dan BigCommerce.
Kedua platform ini sama-sama populer dan digunakan oleh jutaan bisnis di seluruh dunia. Namun, meskipun sekilas terlihat serupa, Shopify dan BigCommerce memiliki pendekatan, keunggulan, serta target pengguna yang berbeda.
Oleh karena itu, memahami perbedaan mendasar di antara keduanya akan membantu Anda mengambil keputusan, mana yang lebih tepat dan terukur.
Artikel ini akan mengulas secara komprehensif perbandingan Shopify vs BigCommerce, mulai dari harga, kemudahan penggunaan, fitur penjualan, SEO, hingga kecocokannya untuk berbagai skala bisnis.
Shopify dan BigCommerce merupakan platform e-commerce berbasis cloud yang memungkinkan pengguna membangun, mengelola, dan mengembangkan toko online tanpa harus membuat sistem dari nol.
Platform Shopify dikenal sebagai raksasa e-commerce dengan lebih dari dua juta pengguna aktif harian. Sehingga, menjadikannya salah satu platform paling dominan di industri ini.
Sementara itu, BigCommerce memiliki basis pengguna yang lebih kecil, namun tetap menjadi pesaing kuat, khususnya di segmen bisnis menengah hingga besar dan B2B. BigCommerce sering dipilih oleh perusahaan yang membutuhkan fitur lanjutan tanpa terlalu bergantung pada aplikasi pihak ketiga.
Dari sisi harga, Shopify menawarkan fleksibilitas paket yang cukup luas. Pengguna dapat memilih pembayaran bulanan atau tahunan dengan potongan harga hingga 25% jika membayar di muka.
Shopify menyediakan paket Starter dengan harga terjangkau, serta paket Basic, Shopify, Advanced, hingga Shopify Plus yang ditujukan untuk bisnis berskala enterprise.
Namun, perlu diperhatikan bahwa Shopify mengenakan biaya transaksi tambahan apabila pengguna tidak menggunakan Shopify Payments. Hal ini dapat menjadi pertimbangan penting bagi bisnis dengan volume transaksi tinggi.
BigCommerce, di sisi lain, menawarkan uji coba gratis selama 15 hari dan tidak mengenakan biaya transaksi sama sekali, terlepas dari payment gateway yang digunakan.
Struktur paketnya dibedakan berdasarkan batas pendapatan tahunan, mulai dari Standard, Plus, hingga Pro. Pendekatan ini menjadikan BigCommerce lebih transparan dan berpotensi lebih hemat dalam jangka panjang.
Shopify dikenal luas karena antarmukanya yang ramah pengguna. Dashboard yang sederhana, navigasi yang intuitif, serta panduan yang jelas menjadikan Shopify pilihan ideal bagi pemula.
Proses pembuatan toko, pengelolaan produk, hingga pengaturan pembayaran dapat dilakukan dengan cepat tanpa keahlian teknis mendalam.
Sebaliknya, BigCommerce menawarkan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi. Meskipun tetap user-friendly, fitur-fitur lanjutan yang tersedia dapat terasa cukup menantang bagi pengguna baru.
Namun, bagi pengguna berpengalaman, kompleksitas ini justru memberikan fleksibilitas dan kontrol yang lebih besar.
Dalam hal desain, Shopify unggul dengan koleksi lebih dari 150 tema, termasuk beberapa tema gratis yang berkualitas tinggi. Seluruh tema Shopify bersifat mobile-responsive dan mudah dikustomisasi melalui editor visual.
BigCommerce juga menyediakan tema yang responsif dan profesional, meskipun jumlah tema gratisnya lebih terbatas. Variasi desain BigCommerce cenderung lebih konservatif, namun tetap cocok untuk bisnis yang mengutamakan tampilan profesional dan fungsional.
Shopify memiliki ekosistem aplikasi yang sangat besar dengan lebih dari 8.000 aplikasi di marketplace resminya. Keunggulan ini memungkinkan pengguna menambahkan hampir semua fitur yang dibutuhkan, mulai dari pemasaran, dropshipping, hingga otomatisasi.
Namun, ketergantungan pada aplikasi pihak ketiga sering kali meningkatkan biaya operasional.
Sebaliknya, BigCommerce menyediakan lebih banyak fitur bawaan, sehingga kebutuhan akan aplikasi tambahan relatif lebih sedikit. Meskipun jumlah aplikasinya lebih terbatas, pendekatan ini membantu menjaga efisiensi biaya.
Shopify mendukung lebih dari 100 payment gateway global, termasuk Shopify Payments yang memungkinkan transaksi tanpa biaya tambahan. Namun, jika menggunakan gateway eksternal, pengguna akan dikenakan biaya transaksi.
BigCommerce mendukung lebih dari 65 payment gateway dan tidak mengenakan biaya transaksi apa pun. Fleksibilitas ini menjadi keunggulan utama BigCommerce, khususnya bagi bisnis dengan volume penjualan besar dan margin yang ketat.
Shopify unggul dalam fitur penjualan, terutama melalui Shopify Point of Sale (POS) yang memungkinkan integrasi antara toko online dan toko fisik.
Selain itu, Shopify mendukung penjualan multi-channel melalui Amazon, eBay, Facebook, dan Instagram dalam satu dashboard terpusat.
BigCommerce juga menawarkan fitur penjualan yang kuat, termasuk dukungan bawaan untuk B2B, opsi produk lanjutan, serta perhitungan ongkos kirim real-time. Platform ini sangat cocok untuk bisnis dengan struktur produk kompleks atau kebutuhan penjualan grosir.
Dalam hal SEO, Shopify menyediakan fitur dasar yang solid, seperti pengaturan meta tag, URL, dan ALT text gambar. Namun, untuk optimasi lanjutan, pengguna sering kali memerlukan aplikasi tambahan.
BigCommerce menawarkan keunggulan SEO bawaan yang lebih kuat, termasuk URL yang lebih optimal, microdata, serta alat pelaporan mendalam. Hal ini menjadikan BigCommerce pilihan ideal bagi bisnis yang menjadikan SEO sebagai strategi utama pertumbuhan organik.
Untuk dokumen pembelajaran, Shopify menyediakan dukungan pelanggan 24/7 melalui live chat, email, dan telepon. Selain itu, Shopify Learn menawarkan berbagai materi edukasi seperti video tutorial dan webinar.
BigCommerce juga menyediakan dukungan melalui berbagai kanal, ditambah dengan forum komunitas dan knowledge base yang kaya akan dokumentasi teknis dan solusi praktis.
Pemilihan antara Shopify vs BigCommerce sangat bergantung pada kebutuhan bisnis Anda. Shopify lebih cocok untuk bisnis kecil hingga menengah, pemula, dan pelaku usaha yang menginginkan kemudahan penggunaan serta fleksibilitas aplikasi.
Sementara itu, BigCommerce lebih ideal untuk bisnis menengah hingga besar, perusahaan B2B, serta pelaku usaha yang membutuhkan fitur bawaan kuat, kontrol teknis lebih dalam, dan efisiensi biaya jangka panjang.
Shopify dan BigCommerce sama-sama merupakan platform e-commerce yang andal dan terbukti. Shopify unggul dalam kemudahan penggunaan, ekosistem aplikasi, dan dukungan multi-channel, sedangkan BigCommerce menonjol dalam fitur bawaan, SEO, dan efisiensi biaya.
Dengan memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing platform, Anda dapat memilih solusi e-commerce yang paling sesuai dengan visi, strategi, dan skala bisnis Anda, baik untuk memulai maupun mengembangkan bisnis online secara berkelanjutan.
Tapi, jika Anda masih bingung mau menggunakan yang mana, jangan sungkan untuk diskusikan kebutuhan anda dengan Shopify Developer Indonesia untuk mendapatkan arahan yang lebih sempurna.
Itulah artikel Shopify vs BigCommerce yang dapat Mangcoding sharing. Mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat dan dapat memberikan pengetahuan baru untuk Anda. Jika ada kritik serta saran yang dapat membangun, silahkan komentar atau kirim melalui Email dan Media sosial Mangcoding.